Untuk apa...
Untuk apa kau bergumam tak bertujuan
Tak beresensi
Aku disini terpuruk dengan terikmu
Terbanjiri ludah-ludah yang tak tersucikan
Aku...berteriak dan tersedak
hingga aku menjadi sebuah patung yang tersenyum gila.
Maukah kau sentuh hati ini
Yang kekeringan akan cinta dan rasa...
Jumpa kelak dengan bayangan
Yang terlewat dan hanya bergumam di kupingku...
Ohh...tak lagi ku melangkah
Dengan alas yang indah nan asri
Dan cahaya temaram yang begitu sepi
Menghantui...menggerogoti...mencaci

0 komentar:
Post a Comment