Kita tahu bahwasannya kita hidup di dunia ini hanya sementara dan dunia ini hanyalah dunia fana. Selain itu segala yang diberikan dan kita rasakan saat ini adalah titipan semata. Dengan demikian segala itu hanyalah sebuah "amanah" yang diberikan-Nya kepada kita. Bahkan manusia merupakan makhluk yang berani menanggung dan mengemban amanah ini. Ketika Allah swt bertanya kepada gunung, langit, dan bumi, tak ada yang sanggup dan berani untuk mengemban amanah dari-Nya karena ketakutan mereka akan mengkhianati amanah itu.
Sebagai umat yang berpegang teguh akan agama Allah swt, kita perlu mencontoh sikap dan perilaku Nabi Muhammad saw. Beliau merupakan orang yang dipercayai oleh umat-umat semasanya, bahkan umat-umat yang sebenarnya bukan orang mengikuti kepercayaan sepertinya, yaitu Islam. Beliau pun mencontohkan bahwa umat manusia semestinya memiliki nilai amanah ini karena manusia sebagai pemimpin, baik bagi dirinya, keluarga, masyarakat, negara, dan dunia.
Pada dasarnya, dari amanah ini, segala nilai-nilai positif dalam hidup kita pun akan mengikuti satu sama lain. Maksudnya saat kita bisa mengemban amanah, segala nilai yang berlaku baik di mata Allah swt dan makhluknya di bumi ini secara tidak langsung akan menerap dalam diri kita. Contohnya sebuah kejujuran, saat kita bisa mengemban amanah, secara tidak langsung kita disana menerapkan nilai kejujuran dalam hidup kita karena kita bisa menjaga akan apa yang seharusnya tidak diumbar kepada siapa pun dan pada saatnya ketika kita ditanya di hari pertimbangan di akhir nanti kita bisa mempertanggungjawabkannya. Kemudian, buah dari amanah ini kita bisa dipercaya oleh orang lain karena seperti yang dijelaskan diatas, dengan menjaga amanah dan bisa menjaganya, kita bisa dipercaya sebagai orang yang jujur.
Namun, jangan sampai karena kita mengawalinya dengan baik, kemudian mengakhirinya dengan kehinaan didalamnya. Disaat kita telah dipercayai sebagai orang yang bisa mengemban amanah, kita menjadi orang yang tidak tafakur akan segala hal disekitar kita. Karena tidak sedikit orang yang awalnya diberikan sebuah kepercayaan oleh seseorang ataupun kelompok dalam berbagai penjuru kehidupan. Karena sebuah kepercayaan yang tidak baik akan menimbulkan nilai kesombongan dan ketamakan yang apda akhirnya semua nilai kebaikan hanyalah sebuah lubang kecil cahaya dalam dalam kertas karton hitam. Karena amal dan kejahatan bagaikan dua hal yang saling bertentangan. Amal selayak cahaya hidup dan kejahatan (maksiat/dosa) adalah belenggu kegelapan yang bisa menghilangkan cahaya-cahaya iman dan amal kita.
Kita pun sangat miris dengan informasi yang kita tahu secara jelas-jelas oleh mata kita sendiri melalui media massa.
"Tidak sedikit manusia-manusia yang menyia-nyiakan amanah di dunia ini
Mereka berkhianat dan tak tahu arah kompas hatinya
Mereka bahagia terjatuh dalam jurang nista
Terperosok, terguling dalam palung kehinaan dunia
Memakan kotoran-kotoran, bermandikan lumpur-lumpur"
"Kemudian kau buang kenari-kenari yang kelak kan menari
Menari dalam pelupuk hati
Dan kan temanimu karena kebahagiaan mereka
Namun itu hilang ..."
Memang amanah merupakan sebuah resiko yang sebenarnya setiap orang pasti pernah dan akan merasakannya. Karena biasanya hal yang berkaitan dengan amanah ini adalah sebuah jabatan. Dan bagi seseorang yang memiliki keimanan yang lemah dia akan tergeser dan tersungkur kedalam nilai kekufuran dalam hidupnya. Pertama, dia akan cinta akan akan jabatan yang sementara ini dan memalingkan diri dari Cinta Ilahi. Kedua, karena jabatan ini biasanya bersinggungan dengan harta, ia akan terlena dengan naungan harta yang membutakan jiwa. Ketiga, tidak hanya merugikan bagi dirinya, namun orang lain pun akan merasakan kepahitan karena khianat dirinya.
Tidak ada kata terlambat untuk mengembalikan kebenaran dan mengubur dunia kelam dengan sebuah senyuman yang berisikan perubahan kejalan yang lebih baik.
"Sudah sepantasnya kita memulai benahi diri, payungi hati dari segala kegetiran dunia ini, mengolah emosi menjadi aura baik dan suci, sehingga hidup kita akan selalu berarti bagi semua insan insani."

I like the message.
ReplyDeleteKeep writing, Rizal.
Ok, I'll always try :)
ReplyDelete