Hi, welcome back in my note on #yuknyatet 👳. Sudah lama tidak bersua ya? Jadi sekarang kita mulai lagi catatan ini yang mana kita sekarang mulai masuk ke pertengahan bulan Januari (11 Januari 2017) atau dalam hijriah kita masuk ke tanggal 12 Rabi'ul Akhir 1438.
So, hari ini saya ingin berbagi hal yang tentu kawan-kawan tahu perihal ini. Yah, saya sekarang mau bahas cinta-cintaan. But, bukan asal cinta ya, karena bahaya juga kalau kamu asal main cinta, buahayaa ...
Memang Ada Apa Dengan Cinta alias #AADC?
Jadi kawan, cinta itu ternyata sebuah power yang tidak berbatas, tidak berujung, tidak akan musnah. Karena cinta itu sendiri adalah sebuah energi. Ingat hukum kekekalan energy bahwa energi tidak bisa dimusnahkan, begitu juga dengan cinta. Coba bisa kamu cek:
- Kapan cinta seorang ibu hilang kepada anaknya meski sang anak terkadang lupa pada orang tuanya?
- Kapan sebuah cinta seorang lelaki kepada wanita hilang meski pasangannya telah bersama yang lain?
- Kapan ketulusan seorang guru terkikis ketika mendidik muridnya agar ilmu yang ia miliki sampai kepada mereka?
Jadi, jika kita ingin berbicara tentang cinta ternyata tidak bermakna sempit sekali. Begitu luas hal yang berkait dengan cinta, semisal kamu mencintai pekerjaan kamu, kamu mencintai barang favorite kamu, kamu sangat menjaga hal itu supaya tidak rusak, kamu menikmati secangkir kopi pagi, menikmati burung-burung yang beterbangan, atau juga bermain dengan hewan peliharaan seperti kucing, dan contoh-contoh lainnya bisa kamu temui sendiri dalam keseharian kamu.
Jadi, apa cinta hanya membahas tentang 'kau dan dirinya'? I'll say Big No. Why? jika saja kamu mempersempit makna cinta ini, maka sebenarnya kamu sama saja dengan melupakan makna agung cinta yang sebenarnya itu. Bagi orang yang mengecilkan makna agung ini, maka dia sejatinya tidak akan peka hatinya dengan cinta yang sebenarnya. Remember, peka itu adalah cikal bakal cinta. Ini adalah sebagian kecil dari apa yang disebut cinta itu. So, belajar peka itu penting sangat.
Nah, tadi saya sudah panjang lebar membahas tentang cinta yang umum. Jadi, sekarang kita masuk ke "Bagaimana cinta yang syar'i" itu?
Intinya sih, cinta yang syar'i adalah cinta yang sesuai dengan ajaran Islam. Memangnya cinta diatur dalam Islam? Sangat diatur sehingga menjadikan semuanya teratur ... ingat! Teratur. Nah, kita langsung bahas saja bagaimana cinta yang sesuai dengan syari'at itu.
- Cinta Syar'i tentu berlandaskan cinta karena Allah subhanahu wa ta'ala. Of course, Jika memang kamu ingin mencintai seseorang, maka mencintainya harus karena Allah, maksudnya? Ingat, sesungguhnya segalanya akan kembali kepada Allah swt (termasuk yang sedang menulis catatan ini). Maka jelas, jika segalanya kembali kepada Allah, maka apa pun berasal dari Allah swt, termasuk cinta juga. Mencintai seseorang karena Allah akan menjadi ibadah, bernilai hal yang positive terjaga dari fitnah dunia dan akhirat, dan tentu akan dicintai Allah swt.
- Cinta Syar'i tentu ada aturan mainnya. Jangan main-main dengan cinta, bro and sis! Cinta yang syar'i tentu ada aturannya. Aturan ini bukan berarti mengekang, namun dengan adanya aturan ini maka kamu dan pasanganmu ibarat berlari dari titik start dengan ditiupkan peluit dan berlari bersama hingga sampai ke titik finish. Kalau yang gak pakai aturan ya sama saja kamu lari sebelum peluit dibunyikan, maknanya ya 'pelanggaran'.
- Cinta Syar'i ≠ Pacaran. Nah, gak asing tentu dengan pacaran itu sendiri. Tapi kenapa koq pacaran dilarang? Remember, cinta yang benar dengan sesuai syari'at tentu bukan bertujuan yang sia-sia, tidak melawan aturan Allah swt (inget ... aturan Allah, loh!), dan bukan di dorong dengan hawa nafsu. Karena cinta berbeda dengan hawa nafsu.
Jadi, ini cerita awal dari cinta yang syar'i. Makanya saya tulis di judul 'Cara Jatuh Cinta yang Syar'i (1)' yang nanti saya akan lanjutkan dengan tahapan-tahapan yang lebih detail. Yang sebenarnya bahasan ini nanti pun akan saya ulas dalam buku yang saya buat. But, it's OK untuk saya bagikan kepada kawan-kawan pembaca dimana pun 👳. Tunggu catatan saya selanjutnya di #yuknyatet

0 komentar:
Post a Comment