Cara Jatuh Cinta yang Syar'i (2)



Asalamu'alaykum ...

Selamat pagi dan selamat menyambut akhir pekan untuk kalian semua yang nyasar membaca postingan saya ini hahaha ...

So, here's my next note about Cara Jatuh Cinta yang Syar'i bagian 2. Nah, jadi dari sini kita akan bahas sedikit hal yang sebenarnya bisa menjadi problem buat manusia, khususnya di zaman seperti saat ini dan kita mulai dari membahas ...
Cinta kepada Lawan Jenis.

Normal? Ya jelas tentu normal ketimbang harus milih yang sesama jenis atau yang memiliki kelainan alias LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, Transgender). Jika kalian merasakan cinta kepada lawan jenis, itu fitrah manusia dimana kalian dianugrahkan perasaan yang sebenarnya suci dan pantas. 


وَمِنْ كُلِّ شَيْءٍ خَلَقْنَا زَوْجَيْنِ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

“Dan segala sesuatu Kami ciptakan berpasang-pasangan supaya kamu mengingat kebesaran Allah.” (QS. Adz Dzariyat: 59)

Ibnu Katsir rahimahullah menyatakan,


جميع المخلوقات أزواج: سماء وأرض، وليل ونهار، وشمس وقمر، وبر وبحر، وضياء وظلام، وإيمان وكفر، وموت وحياة، وشقاء وسعادة، وجنة ونار، حتى الحيوانات [جن وإنس، ذكور وإناث] والنباتات

“Setiap makhluk itu berpasang-pasangan. Ada matahari dan bumi. Ada malam dan ada siang. Ada matahari dan ada rembulan. Ada daratan dan ada lautan. Ada terang dan ada gelap. Ada iman dan ada kafir. Ada kematian dan ada kehidupan. Ada kesengsaraan dan ada kebahagiaan. Ada surga dan ada neraka. Sampai pada hewan pun terdapat demikian. Ada juga jin dan ada manusia. Ada laki-laki dan ada perempuan. Ada pula berpasang-pasangan pada tanaman.”

Got it? Jadi berdasarkan informasi dari Al-Qur'an diatas, bahwa setiap makhluk itu berpasang-pasangan. Lantas apa orang yang sesama jenis bisa disebut "pasangan"? Jika kita perdalam lagi dari pembahasan tafsir Ibnu Katsir tersebut, kita bisa memakani bahwa yang namanya pasangan adalah dari 2 hal yang berbeda ... Berbeda. Contoh, apa lelaki dan perempuan dari jenis kelaminnya sama? berbeda. Kemudian, malam dan siang, apa itu hal yang sama? Jelas berbeda. Maka jika orang yang pemikirannya telah berbeda dari Qodarallah maka tentu ini ada hal yang salah, yang sakit, yang perlu dibenahi.

OK kita beralih dari bahasan LGBT-nya. Sekarang, setelah kita faham tentang pasangan itu berawal dari yang berbeda, apa sifatnya mesti sama? Malam dan siang? Pria dan wanita? Langit dan bumi? Semuanya memiliki sifat dan karakter yang berbeda. Jadi apa yang beda bisa menyatu? Terbukti, bisa! Ambil contoh ketika terjadi sebuah kejahatan di lingkungan sekitar kita, ketika ada maling apa dia perlu dibiarkan? Tentu ada penegak hukum yang menyelesaikan permasalahan tersebut. 

OK sekarang mulai terbuka ya?

Jadi kawan, dalam memilih pasangan hidup (inget pa...sa...ngan) itu tidak mesti sama dalam sifat, tidak mesti sama dalam karakter, karena pada kenyataannya yang berpasangan itu asasnya berawal dari yang berbeda. Ada si fulan yang dia itu senang berolahraga namun pada saat menikah dia berjumpa dengan fulanah yang senang diam di rumah. Ada juga si fulan yang dia senang becanda namun dia berjumpa fulanah yang lebih cenderung diam. Tapi lihat! Poin-nya adalah dari perbedaan ini akan terjadi saling mengisi kekurangan antara satu dan lainnya. Kesempurnaan cinta itu terjadi dari hal-hal kecil yang kita tak pernah tahu bahwa kelebihan kita fungsinya adalah untuk mengisi kekurangan orang lain. Tidak hanya dalam pasangan hidup, bisa juga dalam organisasi. Tidak semua karyawan mesti menjadi seorang eksekutor, namun perlu ada juga seorang thinker.

Dan, yang terakhir, ternyata dalam menjalani kehidupan dengan kebersamaan dalam ikatan yang terpasang antara satu individu dan individu lainnya mesti dilandasi aturan yang tegas, jelas, dan bertujuan. Hal ini hanya bisa diraih dengan kita mengenal sistem yang terbaik di muka bumi ini, sistem siapa? Allah subhanahu wa ta'ala. Dalam Al-Qur'an Allah berfirman:


وَلَقَدْ جِئْنَاهُمْ بِكِتَابٍ فَصَّلْنَاهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

“Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al-Qur`ân) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman”. (Q.S al-A’râf/7:52).


وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

“Dan Kami turunkan kepadamu al-Kitab (Al-Qur`ân) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang berserah diri”. (an-Nahl/16:89)

Dan kamu akan menemukan segala paparan ilmu dunia ini dengan mengenal "manual kehidupan" melalui Al-Qur'an. So, siap untuk berselancar dan mengenal sistem terbaik di alam semesta ini? Mulai dengan hal yang sederhana, yaitu mencoba mentadaburi makna dari ayat yang selama 17 kali kita baca, Al-fatihah.


Jadi kesimpulan dari sharing saya saat ini adalah:

  • Pasangan itu berwal dari hal yang tak pernah sama pada awalnya
  • Pasangan itu adalah jalinan hubungan yang terbentuk dari kelebihan masing-masing
  • Sistem yang terbaik akan membangun hubungan dengan pasangan dengan cara yang terbaik pula.

OK, sekian pada kesempatan saat ini sharing dari saya, semoga bermanfaat dan mohon maaf jika masih ada kekurangan yaa ... yang salah mutlak dari saya dan yang benar itu hanya berasal dari Allah azza wa jalla. Mungkin masih akan tetap bersambung ke Bag. 3, so stay tuned on my blog even though I rarely to write here lol. See yaa and ...

Wassalamu'alaykum.


CONVERSATION

0 komentar:

Post a Comment