"Sungguh ya Rosulullah, kau adalah manusia yang sempurna yang Allah ciptakan. Aku tak rela sebenarnya melihat dirimu tidur di atas sebuah pelepah pohon. Mintalah kepada Allah agar kau diberikan rumah yang indah di dunia ini.
Rosul tersenyum mendengar apa yang Umar katakan. Lantas Rosulullah berkata "Hidup di dunia ini bagaikan orang yang tengah berteduh di bawah sebuah pohon. Setelah selesai istirahat mereka pun akan pergi"
"Bahkan saat aku tertidur saat tadi, aku diberikan gambaran bahwa di syurga ada sebuah istana yang terbuat dari emas. Dan, disana ku temukan wanita yang tengah berwudhu. Lalu aku pun bertanya kepada Jibril, siapakah wanita tersebut wahai Jibril?
Itu Rumaisah binti Milhan (Ummu Annas ibn Malik) (semoga ridho Allah beserta padanya) yang pada saat itu Ummu Annas ibn Malik masih hidup namun wujudnya telah tergambar di syurga. Lalu nabi bertanya kepada wanita tersebut, istana siapakah ini?
"Ini adalah istana Umar wahai Rosulullah!"
"Wallahi, Ya Rosulullah?" tanya Umar.
"Wallahi", jawab Rosul.
Tahukah mengapa Umar bisa mendapatkan hal demikian sehingga telah dibuatkan istana di syurga?
Umar ibn Al Khattab adalah sahabat rosul dengan gelarnya "Al-Furqon" (pembeda mana yang haq dan mana yang bathil). Sosok yang selalu beribadah bahkan beribadah dengan rasa malu layaknya Uthman ibn Affan juga yang memang sangat-sangat pemalu sifatnya. Umar ini bersosok tinggi, namun kurus karena sering berpuasa, berkulit pucat karena sering bertahajud, dan bermata sayu karena sedikitnya untuk tidur. Namun satu langkah Umar melangkah maka syetan pun telah menghindar dari jarak 100 langkah dari Umar. Masya Allah.
Apalah kita diantara para Salaf ini yang mana mereka pun masih mengatakan, "Aku malu dengan ibadah yang sedikit ini, aku malu kepada Allah".
Semoga kisah ini bisa mendorong semangat kita untuk semakin tergerak memperbaiki ibadah kita. Minimal, kita bisa istiqomah"

0 komentar:
Post a Comment